3.02.2018

Persiapan Perjalanan Besar #1


Persiapan Perjalanan Besar
Perjalanan besar merupakan salah satu kegiatan yang paling ditunggu-tunggu oleh kami, siswa-siswi kelas 8 Semi Palar.  Oleh karena itu, sebelum berangkat kami harus  mempersiapkan berbagai hal, seperti kesiapan fisik, ketahanan berpikir, kemampuan wawancara, kemampuan bertamu dan masih banyak lagi.  Untuk mengembangkan kemampuan dalam hal bertamu, kakak memberikan kami sebuah tantangan yaitu untuk berkunjung ke rumah kerabat sekalian mengembangkan kemampuan kami dalam bidang wawancara. 
Sebelum berangkat aku harus mempersiapkan banyak hal.  Pertama-tama aku harus menentukan kemana aku akan pergi kemudian menentukan kapan aku akan kesana. Setelah janjian dengan pemilik rumah, aku membuat beberapa daftar topik pembicaraan dan pertanyaan yang akan aku ajukan nanti.   Setelah semuanya selesai, aku tinggal menunggu kapan hari tersebut tiba…  
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba… Hari Sabtu 17 Februari 2018 aku mengunjungi kediaman salah satu teman papaku, yaitu rumah Om Tjahyadi.  Aku berangkat menaiki angkot pukul 09.00 dan tiba di sana pukul 09.30.  Aku menaiki angkot dengan jurusan Ledeng-Kebon Kalapa.  Kebetulan aku naik dari terminal Ledeng sehingga harus menunggu cukup lama agar angkot terisi penuh. Lokasi terminal Ledeng berdekatan dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sehingga terminal terlihat ramai pada waktu itu. 
Setelah angkot penuh, akhirnya supir angkot mulai menjalankan kendaraannya. Kurang lebih ada 8 penumpang lainnya yang ada didalam angkot itu. Penumpang angkot tersebut terdiri dari berbagai kalangan usia.  Ada yang masih remaja sampai yang sudah tua. Selama diperjalanan, banyak penumpang yang naik turun. Ditengah perjalanan ada seorang ibu-ibu yang bertanya kemanakah tujuanku soalnya aku pergi sendirian dan waktu itu terhitung masih pagi.  Ibu tersebut terlihat baik dan ramah sehingga aku pun tidak ragu untuk menjawab pertanyaan ibu tersebut.  Lalu lintas pagi itu lumayan padat, terdengar suara klakson mobil yang bersahut-sahutan. 
Tidak terasa, akhirnya aku pun sampai di rumah yang ku tuju.  Kondisi rumah pada waktu itu masih sepi.  Walaupun sepi, didepan rumah sudah banyak kendaraan yang berlalu lalang.  Didepan pagar, aku menekan bel rumah.  Tanpa perlu menunggu lama aku pun langsung dibukakan pagar oleh pembantu di rumah tersebut.  Sesampainya didalam aku dipersilakan duduk.  Karena pemilik rumah belum turun, akhirnya aku memutuskan untuk mengecek HP ku terlebih dahulu.  Tidak sampai 5 menit, Om Tjahyadi turun kemudian mulai menyapaku.  Aku pun langsung menyimpan Hp ku kemudian berdiri untuk menyalami beliau.  Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mencairkan suasana.  Karena aku memang sudah dekat dengan om Tjahyadi jadinya saat mencari topik pembicaraan tidak sesulit saat mengobrol dengan orang lain.  Om Tjahyadi merupakan teman TK papaku jadi sudah sangat dekat dengan keluargaku. 
Saat mengobrol kami membahas banyak topik, mulai dari kegiatan sehari-hari sampai hal yang lebih spesifik.  Saat aku baru mau memulai pembicaraan, aku disuguhkan berbagai kue kering dan segelas teh manis hangat.  Jujur pada saat akan memulai pembicaraan aku merasa takut. Aku takut nanti akan salah saat bicara atau salah melontarkan pertanyaan yang nantinya akan membuat Om Tjahyadi sakit hati atau jadi tidak enak denganku.  Makanya aku tidak banyak berbicara diawal obrolan, aku lebih banyak mendengarkan, karena didalam pikiranku, banyak pertanyaan-pertanyaan yang ingin ditanyakan beserta semua pertimbangannya. Om Tjahyadi akhirnya memulai pembicaraan dan mulai bertanya “Gimana sekolah kamu?” aku menjawab dengan cepat, namun sambil menjawab sebenarnya didalam hati, aku deg-degan karena takut salah ngomong nanti.  “Baik om, lancar semuanya gimana pekerjaan om?” begitu aku jawab.  Mulai dari pembicaraan sederhana, akhirnya obrolan kami mulai mengalir dengan lancar.  “Kamu sekarang lagi suka apa? Cita-cita kamu apa sih? Gimana perjalanan tadi kesini?” itu adalah beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh Om Tjahyadi kepadaku.  Memang itu merupakan pertanyaan yang sangat biasa ditanyakan, namun dari pertanyaan-pertanyaan itulah aku dan Om Tjahyadi bisa jadi mengobrol banyak. 
Setelah obrolan antara aku dan Om Tjahyadi hampir selesai, anak-anak Om Tjahyadi beserta istrinya turun kebawah.  Sehingga aku mengurungkan niatku untuk pulang.  Aku tidak mengobrol banyak dengan istrinya, aku lebih banyak mengobrol dengan anak-anaknya yang bernama Boby dan Erica.  Namun ya namanya juga anak-anak jadi obrolannya tidak terlalu bermutu dan banyaknya obrolan yang receh.  Kira-kira sampai pukul 11.00 aku mengobrol di ruang tamu.
Setelah itu, aku diajak Erica untuk naik ke atas dan main di kamarnya.  Diatas aku dan Erica banyak mengobrol, seperti membahas sekolah, pelajaran dan beberapa hal lainnya.  Menyenangkan sekali.  Karena bosan didalam kamar, akhirnya aku dan Erica memutuskan untuk keluar kamar dan main diluar saja.  Ternyata di luar kamar ada Boby, kakak dari Erica yang sedang bermain game PS.  Awalnya aku dan Erica hanya menonton Boby bermain game, tapi lama kelamaan karena gamenya terlihat seru aku dan Erica jadi tertarik untuk ikut.  Game tersebut memang memiliki sedikit unsur kekerasan.  Karena kita bermain dengan menyenangkna, tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12.00.  Dan aku masih dirumah orang sendirian juga. 
Aku pun memutuskan untuk pulang Namun saat aku turun tangga aku berpapasan dengan pembantu rumah tangga di rumah itu.  Dia terlihat sedang sibuk membawa piring-piring makanan.  Dan piring itu ada 3! Aku pun kaget melihatnya.  Tiba-tiba pembantu itu berbicara padaku “Eh mau kemana? Ini makan dulu atuh udah siang nihh…belum makan kan?”.  Sebenarnya perut aku juga lapar dari tadi minta diberi makan.  Aku pun mengurungkan niatku kembali untuk pulang.  Akupun kembali keatas dan akhirnya makan bersama dengan Erica dan Boby.  Ternyata dalam keluarga Om Tjahyadi, mereka tidak memiliki kebiasaan untuk makan Bersama saat makan siang. 
Setelah makan, aku langsung melihat jam.  Kini jarum jam sudah menunjukkan pukul 12.46.  Dengan gesit, aku langsung mengajak Erica untuk mengembalikan pirinig ke bawah agar niatku untuk pulang tidak batal lagi.  Dibawah ternyata ada Om Tjahyadi dan istrinya yang juga sedang makan sambil menonton TV.  Setelah mengembalikan piring aku pun pamit dengan Erica dan pamit dengan Om Tjahyadi serta istrinya.   Pada awalnya aku dicegat pulang “kok cepet-cepet banget udh pulang lagi? Main aja dulu disini” seru istrinya.  “Udah tante dari tadi main hehehe sekarang mau balik dulu.. Nanti kapan-kapan aku main lagi kesini😊” aku menjawab. 
Setelah berpamitan aku pun mengambil barang-barangku kemudian langsung pulang.  Om Tjahyadi dan istirnya mengantarkanku sampai ke pagar.  Pas pulang, aku harus menunggu angkot lebih lama dari saat berangkat.  Angkot yang aku naiki saat pulang tidak terlalu ramai.  Hanya ada 2-4 penumpang yang ada diangkot itu bersamaku.  Kurang lebih perjalanan selama 1 jam dengan macet disana-sini, sampai akhirnya aku sampai di rumah kembali.
Kisah ku selama berkunjung ini sangatlah menyenangkan.  Banyak suka dan duka saat melakukannya.  Persiapan untuk perjalanan besar tidak sampai disini, masih banyak lagi latihan yang harus kami lakukan agar benar-benar siap saat Perjalanan Besar nanti.  Tunggu cerita persiapan perjalanan besar kami yang lainnya yaa!! 

12.21.2017

Resensi Buku Amelia -Tere Liye-

Judul Buku: Amelia
Serial: Anak-Anak Mamak
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Republika Penerbit
Jumlah halaman: 392 halaman, dengan ukuran halaman 13.5cm x 20.5cm 
Tahun terbit: September 2015
Bahasa: Bahasa Indonesia, Bahasa Belanda (sedikit)
Jenis Cover: Soft Cover
Kategori: Novel 

Sinopsis: Buku ini menceritakan tentang kisah Amelia, seorang anak bungsu dari 4 bersaudara.  Amelia merupakan seorang anak yang memiliki banyak mimpi. Ingin pergi ke kota Kabupaten dan ingin menjadi seorang penemu hal-hal baru.  Namun, ia selalu diledek oleh kakak laki-lakinya Burlian dan Pukat bahwa ia harus menunggu rumah, tidak boleh kemana-mana saat dewasa nanti karena kewajiban seorang anak bungsu adalah menunggu rumah apalagi kalau anak bungsunya perempuan. Dirumah selalu diledek, disekolah pun ia harus menghadapi kesulitan dengan beberapa temannya.  Sebagai anak yang dipercaya di kelasnya, ia harus membantu Pak Bin, yang juga merupakan satu-satunya guru di sekolahan Amelia sehingga Pak Bin harus mengajar di 6 kelas sekaligus dalam sehari. Walaupun hanya ada 12 anak dalam kelas Amelia, pasti saja ada anak yang jahil, suka membantu, nakal bahkan bandel.  Ia harus membantu Pak Bin untuk menemani teman dikelasnya, Chuck Norris yang dikenal sangat nakal dan bandel bahkan selalu membuat keributan di sekolahnya, hingga akhirnya ia tahu alasan kenapa selama ini Chuck Norris selalu bersikap seperti itu.  Walaupun ia mengalami masa-masa suilit, tapi ia memiliki seorang paman yang sangat hebat, yaitu Paman Unus yang selalu mengajaknya bertualang ke hutan-hutan terdalam di kampungnya.  Hingga suatu saat ia dan pamannya menemukan sebuah pohon kopi dengan biji terbaik kemudian mereka berusaha membujuk para warga untuk ikut mengganti pohon kopi mereka dengan pohon kopi yang baru dan lebih baik.  Kira-kira berhasilkah mereka membujuk para warga untuk mengganti pohon kopi mereka dengan yang lebih baik? Apakah Amelia berhasil mewujudkna cita-citanya untuk menjelajah dunia luar? Baca saja buku Amelia! :) :) 


Kelebihan: Buku ini memiliki cerita yang sangat bagus dan sangat lekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Dan menurutku, buku ini akan sangat cocok apabila dibaca bersama-sama dengan keluarga.  Cover buku yang bergambar klasik ini sangat bagus karena walaupun gambarnya biasa saja, warna yang dipilih untuk cover lumayan mencolok sehingga akan menarik perhatian para pembaca atau pembeli.  Font yang dipilih juga cocok untuk buku ini, karena tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil.  Selain itu, kata-kata mutiara yang disajikan di buku ini juga ditulis dengan font yang berbeda sehingga akan memudahkan kita untuk mendapatkan pesan dari buku ini.  Alur yang dipakai di buku ini menarik.  Walaupun alurnya campuran, tapi tidak membingungkan pembaca.  Bahasa yang digunakan di buku ini sebenarnya beragam, mulai dari bahasa Indonesia hingga bahasa Belanda.  Namun, walaupun memakai bahasa Belanda, kita akan tetap mengerti apa yang diceritakan karena pemakaian bahasa Belandanya juga sedikit dan tidak mendominasi.  Penokohan yang ada di buku ini menarik dan tidak membingungkan karena sesuai dengan judulnya, buku ini lebih mengeluarkan sifat dan karakter Amelia.  Pokoknya buku ini sangat bagus dan sangat recommended. :) :) :)

Kekurangan: Mungkin akan lebih menarik lagi kalau dicetak dengan hard cover, karena kalau memakai soft cover lebih rawan rusak karena bahan yang dipakai untuk halamannya juga tipis, kalau memakai cover yang tipis juga sepertinya akan lebih rawan rusak.. Selain itu, kalau berminat, mungkin bisa ditambahkan gambar agar lebih menghidupkan cerita Amelia ini.  Mungkin akan lebih menarik apabila ditambahkan kamus kecil dibagian bawah halaman untuk kata-kata dari bahasa Belandanya, agar selain memberikan pelajaran kehidupan, bisa menambah kosa kata dari bahasa lain juga.  Sisanya sih sudah bagus, terutama dari sisi cerita udah top banget dehh :) :) 

Pendapat: Menurutku buku ini sangat bagus dan cocok untuk menjadi bacaan keluarga karena pesan yang ingin disampaikan penulis tentang pertemanan dan keluarganya dapat dengan mudah tersampaikan pada pembaca.  Selain itu kata-kata yang digunakan mudah dimengerti sehingga bisa dibaca oleh anak remaja sampai orang dewasa.  Tapi kalau menurutku pribadi, buku ini sih cocok untuk anak remaja, karena buku ini kan bersambung dari Eliana, Pukat, Burlian kemudian Amelia dan akan lebih menarik lagi kalau kita membacanya berurutan.  Mungkin anak remaja lebih memiliki banyak waktu dan akan lebih nyampe pesan yg ingin disampaikannya.  Bagian yang menurutku paling menarik dalam buku ini adalah saat Amelia berusaha meyakinkan warga-warga di kampungnya untuk mengganti pohon kopinya dengan pohon yang lebih bagus.  Dengan semua reaksi para warga yang berbeda-beda, ada yang mendukung bahkan ada juga yang menolak, ia harus bisa menerimanya dengan berlapang dada, karena niatnya bukan untuk memaksa melainkan mengajak dan memberikan informasi.  Jadi seru sih, aku dapat banyak pelajaran juga dari buku ini, seperti salah satunya yaitu jangan terlalu memaksakan kehendak kita, karena kita juga kan pasti tidak mau kalau dipaksa dengan kehendak orang lain.  Banyak banget amanat yang aku dapatkan dari buku ini dan apabila dipikir-pikir lagi, amanat yang didapatkan sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari dan kalau kita terapkan dalam keseharian juga mungkin bisa memperbaiki semua keadaan yang ada.  Tokoh yang paling aku sukai dari buku ini sih ya jelas pastinya Amelia karena ia merupakan seorang tokoh utama yang memiliki sifat yang bagus dan wajib kita tiru yang positifnya.  Sifatnya yang baik hati, berlapang dada dan pantang menyerah dalam keadaan apapun sangat baik kalau kita tiru dalam kehidupan sehari-hari.  Buku ini juga bagus menurutku karena walaupun endingnya rada loncat-loncat, jadi alur campuran, tapi endingnya menyenangkan dan tidak ngegantung gak jelas.  

Sekian review buku dari saya, semoga bermanfaat :) :) 
Hasil gambar untuk gambar buku amelia tere liye

12.14.2017

Review Film Critical Eleven

                                                                    CRITICAL ELEVEN
Kemarin, tepatnya 13 Desember 2017, aku dan keluargaku menonton film baru, yaitu film Critical Eleven.  Sebelum bercerita tentang film tersebut, aku mau cerita sedikit nih, sejujurnya aku dan keluargaku jarang sekali pergi ke bioskop, sehingga kami biasanya mendownload filmnya kemudian menontonnya di rumah bersama.  Pada awalnya sih aku tidak tertarik dengan film ini, namun beberapa orang bilang katanya filmnya seru karena diangkat dari sebuah novel yang ditulis oleh Ika Natassa.  Karena banyak yang bilang kalau film ini bagus dan wajib ditonton, akhirnya aku pun penasaran dan mulai melihat-lihat trailernya di youtube.  Setelah melihat trailernya, ternyata memang menyentuh, bahkan saat menonton trailernya pun air mata sudah menetes, aku sih gak kebayang gimana pas nonton film fullnya.  Ya sudah gak usah basa basi lagi sekarang aku bakal ngereview filmnya..

Film Critical Eleven ini dirilis di Indonesia pada tanggal 10 Mei 2017.  Dibintangi oleh aktor aktris terkenal membuat film ini semakin laris.  Yup pemeran utama dalam film ini adalah Reza Rahardian dan Adinia Wirasti yang sudah sangat terkenal karena bakatnya dalam bidang akting.  Film yang berdurasi 2 jam 30 menit ini sangat menyentuh.  Menceritakan tentang kisah sepasang suami istri, yaitu Ale Risjad ( Reza Rahardian ) dan Anya Baskoro( Adinia Wirasti ) yang harus menghadapi kenyataan pahit dalam hubungan rumah tangganya.  Anya yang merupakan anak yatim piatu dan hanya bisa masak telur dadar ini mulai jatuh cinta pada Ale saat ia naik pesawat.  Saat pertemuan pertama, tiga menit awal adalah masa untuk menimbulkan kesan baik atau buruk, sedangkan delapan menit terakhir menjadi momen penentuan, itu pula yang menjadi istilah dalam dunia penerbangan, Critical Eleven 3 menit diawal dan 8 menit diakhir, dimana 80% kecelakaan terjadi pada saat ini.  
Hubungan rumah tangga mereka mulai renggang saat Ale mengajak Anya untuk kembali ke Jakarta padahal Anya sudah sangat nyaman tinggal di New York, padahal Ale yang mengajak Anya tinggal di New York pada awalnya.  Kondisi Anya yg sedang hamil membuat ia jadi lebih emosional.  Masa-masa itu lah yang membuat mereka menjadi sering berantem dan kenyataan pahit pun datang.  Kejadian itu membuat Anya syok dan hampir menjadi gila, ditambah dengan Ale yang terus menyalahkan dirinya bahwa hal ini terjadi karena Anya.  Kira-kira kejadian apa itu? Penasaran?? Yuk nonton filmnya dijamin bakal menyentuh dan bisa membuat kita lebih memahami arti hidup.  Mensyukuri apa yang sudah ada tidaklah mudah.  Dari film ini aku jadi sadar, bahwa uang tidak bisa membayar semuanya.  Hidup kita ini tidak bisa diperbudak oleh uang.  Teman dan keluarga lebih penting dari segalanya, janganlah mengabaikan keluarga dan teman demi uang karena uang tidak bisa membayar segala-galanya.  Masih banyak pelajaran yang aku dapatkan dari film ini.  Jujur disaat aku menonton film ini, aku menangis beberapa kali dan bener-bener terbawa dengan cerita.  Ditambah dengan akting Reza Rahardian dan Adinia Wirasti yang sangat menghayati.  Bener dehh mewekkk :(( :(( :((
Karakter Ale dan Anya secara visual memang sukses mengaduk-aduk perasaan penonton. Selain tentu saja dibuat jatuh cinta, penonton bisa turut hanyut merasakan kepedihan, kemarahan, dan kerapuhan dua karakter utama tersebut. Naskah yang kuat, didukung ekspresi para aktor dan aktris, membuat Critical Eleven menjadi film drama yang nyaman untuk disimak. Namun film ini aku sarankan ditonton oleh anak 13 tahun keatas soalnya ada adegan yang kurang cocok apabila ditonton oleh anak dibawah 13 tahun.  Tak lupa dengan soundtrack yg dinyanyikan Isyana Sarasvati yang berjudul "Sekali Lagi" ini juga menambah keseruan film ini.  Pokoknya keren dehh dan wajib banget ditonton, banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari film ini.  
Sekian review dari saya..

Hasil gambar untuk film critical eleven
Hasil gambar untuk film critical eleven

11.21.2017

Resensi Buku CEWEK!!

RESENSI BUKU CEWEK!!
Judul Buku: Cewek
Penulis: Esti Kinasih
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 424 dengan ukuran halaman 20cm
Tahun terbit: 2005
Bahasa: Bahasa Indonesia
Jenis cover: Soft cover
Buku: Kedua dari penulis Esti Kinasih
Kategori : Teenlit ( novel remaja )

Sinopsis:  Kisah ini menceritakan tentang 3 orang perempuan yang bersahabat .  Mereka terdiri dari Langen yang memiliki kemampuan memimpin, keras kepala dan selalu pentang menyerah, Fani yang manis namun berjiwa pemberontak dan ada Febi yang masih berdarah nigrat.  Mereka semua bersekolah di SMA yang sama dan mereka semua berpacaran dengan 3 orang cowok dengan hobi yang sama, yaitu mendaki gunung.  Dan hobi para cowoklah yang selalu merusak acara ngedate mereka.  Langen dan pacarnya Rei jadian karena memang benar-benar suka, Fani jadian sama Bima karena terpaksa sedangkan Febi dan Rangga kalau pacaran adem-adem ayam gituu.. Karena para cowok selalu mengagalkan acara ngedate mereka akhirnya mereka mengadakan acara kebut gunung dimana para cewek menantang para cowok untuk mengalahkan mereka dalam kebut gunung.  Mereka ( Rei, Rangga dan Bima )harus berjanji, kalau mereka kalah, mereka tidak boleh membatalkan acara ngedate dengan para ceweknya. Didetik-detik terakhir, Langen, Fani dan Febi sudah sangat kelelahan. Kira-kira berhasil gak ya para cewek mengalahkan para cowok yang sudah bertahun-tahun berlatih kebut gunung sedangkan mereka berlatih di bulan-bulan terakhir.. Penasaran?? Yuk baca bukunya

Kelebihan: Gambar covernya bagus dan font juga ukuran tulisannya bagus dan pas untuk buku ini.  Tema yang diambil juga cocok untuk kategori novel remaja.  Sedikit memasukkan kisah hidup penulis, yaitu pendakian, membuat kisah ini semakin hidup.  Bahasa yang digunakan sangat pas dan penempatan setiap katanya pas sehingga cerita mudah dimengerti dan menarik para remaja untuk membacanya.  Selain itu alurnya enak dan mudah dimengerti.  Penokohannya bagus dan muncul dalam setiap bagian cerita sehingga membuat kita sangat mengenali dan memahami setiap karakternya.
Kekurangan: Menurutku, akan lebih menarik kalau ditambah gambar.  Dan jenis kertas yang digunakan bisa dirubah agar lebih awet, soalnya dengan bahan seperti ini buku akan lebih mudah rusak..

Pendapatku sih buku ini bagus dan menarik karena mengusung tema percintaan dan persahabatan yang sangat lekat dengan kehidupan para remaja sehari-harinya.  Alur yang ada pun sangat mudah dimengerti ( tidak berputar-putar ) namun masih kurang ilustrasi karena dengan adanya ilustrasi akan membuat cerita dalam buku semakin hidup.  Bahasa yang digunakan juga enak dan menyenangkan jadi ada Bahasa Indonesia dan Bahasa Gaulnya juga jadi akan sangat pas untuk dibaca oleh anak-anak SMP.  Dan menurutku sih buku ini cocok dibaca oleh anak SMP karena untuk percintaannya menurutku sangat cocok untuk anak di jenjang SMP.  Hal yang menarik menurutku selama membaca buku ini adalah saat mereka Langen, Fani dan Febi menjebak pacarnya masing-masing dengan berbagai macam cara.  Itu sangat seru karena disana kita bisa membuktikan kalau para cewek bukanlah manusia yang lemah.  Amanat yang aku dapatkan dari buku ini adalah jangan sombong kalau sudah memiliki kehebatan dalam satu bidang, bagikan hal tersebut pada orang lain karena kalau tidak dibagikan juga pelajaran yang kita miliki akan sia-sia.  Dan pilihlah prioritas jangan memilih satu hal hanya karena suka, tapi pikirkan juga dampak kedepannya gimana.  Tokoh yang paling berkesan untuk ku sih adalah Langen karena Langen itu sifatnya keras dan tegas ia juga pantang menyerah dan menurutku akan bagus kalau aku contoh beberapa sifatnya yang baik.  Saran untuk penulis sebaiknya tambahkan gambar, seperti yang sudah aku katakan tadi, dan tambahkan konfliknya kalau bisa agar lebih menyenangkan.  

11.04.2017

Resensi Buku Blue Romance

Judul Buku: Blue Romance
Penulis: Sheva Thalia
Tahun Terbit:  September 2012
Penerbit: Plot Point
Jumlah Halaman: 216 halaman
Harga: Rp.38.000,00
Seri: Omnibook
Bahasa: Indonesia, Prancis, Inggris

Buku ini menceritakan tentang sebuah cafĂ© yang bernama Blue Romance. CafĂ© tersebut selalu menjadi saksi dalam kisah hidup setiap pengunjung.  CafĂ© ini juga menyediakan berbagai macam jenis kopi seperti Latte, Espresso, Americano, dan Affogato yang selalu bisa menggambarkan setiap perjalanan hidup para pengunjung.  Ada kisah Chandal yang kedua orang tuanya bercerai kemudian di Blue Romance ia menceritakan kidah hidupnya ditemani secangkir kopi Espresso, ada kisah Nico yang bertemu dengan sahabat lamanya di cafĂ©, dan masih banyak lagi.. Mau tahu kelanjutannya? Yuk langsung dibeli aja bukunya!

Kelebihan: Kata-katanya mudah dibaca dan mudah dimengerti, ilustrasinya bagus, covernya bagus dan warna-warni sehingga memikat para pembaca atau pembeli

Kekurangan: Mungkin ukuran tulisannya terlalu besar untuk anak-anak remaja karena kan dari cerita ini menggambarkan bahwa buku ini ditujukan untuk anak remaja dan menurutku untuk anak remaja ukuran fontnya terlalu besar. Covernya juga kayaknya kurang bagus karena mudah rusak dan kelipat.  Dan dari sisi tulisan,menurut aku rada memusingkan soalnya  bahasanya campur-campur Indonesia, Inggris dan Prancis.  

Opini: Menurutku, cerita di buku ini bagus dan menarik karena kata-katanya mudah dimengerti selain itu Tapi sebaiknya jangan dicampur-campur bahasanya karena malah memusingkan.  Dan menurutku buku ini cocok dibaca oleh anak remaja dan orang dewasa karena seperti tadi yang sudah aku sebutkan, bahasanya kurang cocok dengan anak kecil dan dari segi tema dan ceritanya juga kurang  cocok untuk dibaca oleh anak-anak.  

Hasil gambar untuk gambar buku blue romance                                                        Hasil gambar untuk gambar buku blue romance   Hasil gambar untuk gambar buku blue romance