9.28.2019

Kuliner Menarik di Singaraja #1

Tanggal 12 September kemarin aku berangkat ke Bali, karena ada acara yang harus aku hadiri dan ada beberapa hal yang harus aku lakukan disana. Kalau di Bali, aku biasanya tinggal di rumah nenekku yang terletak di kota Singaraja.  Singaraja merupakan kota kecil yang letaknya di bagian Utara Pulau Bali.  Karena aku tinggal di Singaraja untuk waktu yang cukup panjang, aku pun menyempatkan waktu untuk mencari tahu makanan yang ada di Singaraja.  Walaupun sering ke Singaraja, tapi aku jarang mencari tahu makanan kaki lima dan yang khas dari Singaraja.  


Foto Nasi Campur Betty
Dari Denpasar, perjalanan menuju Singaraja melewati Bedugul, salah satu jalur gunung yang terkenal di Bali.  Karena kebetulan aku lewat disaat makan siang, aku memutuskan untuk makan di Depot Makan Betty, yaitu warung makan babi guling yang sudah rutin aku datangi.  Disana makan dengan harga 25.000, kita sudah mendapatkan nasi dengan porsi kuli, berbagai jenis masakan dari babi, lawar (sayur khas bali) dan kuah (bisa kuah rawon dengan tulang dan daging babi, atau kuah bakso dengan bakso 5 biji). Rawon di Bali tidak sama dengan rawon di Jawa.  Rawon di Bali berkuah kuning karena dimasak dengan bumbu abse genep khas Bali. Selain menyajikan makanan yang enak, kita juga disuguhkan pemandangan yang sangat indah.  Disana, pemandangannya lembah denganhutan yang rindang dan burung yang beterbangan.  Setelah selesai makan,   aku langsung melanjutkan perjalanan menuju Singaraja.  Perjalanan dari Denpasar menuju ke Singaraja memakan waktu sekitar 2,5 jam.  Hari itu aku tiba di Singaraja di sore hari.  

Foto Penjual Blayag
Keesokan harinya, aku ikut nenekku ke pasar.  Biasanya nenekku ke pasar sekitar jam 5 subuh karena mencari sayur dan buah yang masih segar dan biasanya harganya jauh lebih murah dibandingkan nanti saat siang hari atau sore hari.  Tak lupa, aku dan nenekku membeli blayag, salah satu makanan khas Singaraja.  Makanan itu terdiri dari lontong, krupuk ceker, urab, kelapa sangrai, ayam dan disiram kuah kuning yang kental.  Dengan harga 4000 kita sudah mendapatkan porsi yang sangat besar dan lengkap.  Aku bahkan bisa memakannya untuk 2 kali.


Syobak dengan Nasi
Siang harinya, aku mendatangi salah satu pedagang syobak yaitu Syobak Khelok yang sudah melegenda.  Hampir setiap orang yang membeli syobak akan datang dan membeli syobak disini. .  Apa itu Syobak? Syobak sendiri adalah makanan khas Singaraja yang berbahan dasar babi.  Mulai dari kulit, jeroan, dan tentu saja dagingnya.  Kemudian disiram dengan kuah berwarna coklat yang rasanya manis pedas.  Tak lupa diberikan acar ketimun dan cengek iris.  Rasanya enak sekali dan dengan harga 25.000 lagi-lagi kita sudah mendapatkan porsi yang besar.  



Setelah makan siang, aku memutuskan untuk jalan-jalan disekitar rumah.  Karena Singaraja merupakan kota kecil, berjalan sebentar pun, kita sudah berhasil mengelilingi kota.  Kali ini aku hanya menjelajahi beberapa jalan saja dan masuk ke beberapa gang.  Aku juga sempat memasuki beberapa toko, dan membeli beberapa barang yang menarik.  Diperjalanan pulang, aku melihat ada banyak sekali pedagang kelapa muda. Ditengah siang bolong yang panas ini, siapa yang tidak tertarik dengan kelapa muda.  Airnya yang segar dan dagingnya yang tebal tentunya sudah merasuki otakku yang saat itu juga sedang kehausan.  Setelah melihat-lihat, aku memutuskan untuk membeli dari salah satu pedagang di bak mobil.  1 kelapa harganya hanya 10.000.  Selain banyak, airnya manis dan dagingnya pun tebal.  Aku menghabiskan kelapa mudanya sambil berjalan pulang ke rumah.  


Sorenya sekitar jam 5, aku dan keluargaku pergi ke Pelabuhan Singaraja.  Aku pergi sekitar jam segitu untuk mencari sunset.  Dari rumah, pelabuhannya dekat, tidak sampai 5 menit.  Harga tiket mobil 5000 sedangkan kalau berjalan kaki tidak bayar tiket.  Saat itu pelabuhannya sedang ramai.  Karena hari sudah mulai sore, ada cukup banyak hiburan, seperti permainan pancing ikan, komidi putar dll.  Ada banyak penjual makanan juga, seperti cotton candy, gorengan, kentang goreng, crepes dan masih banyak lagi dengan kisaran harga yang murah.  


Es Kopi
Setelah itu, aku berjalan ke jembatannya yang letaknya lebih menjorok ke laut.  Disana aku banyak mengambil foto.  Di samping jembatan tersebut, ada banyak warung makan dengan berbagai jenis menu, mulai dari minuman, makanan ringan sampai makanan berat (ada makanan biasa dan ada yang seafood).  Karena warung itu menjorok ke laut, pengunjung bisa menikmati sunset sambil menikmati makanan yang disajikan. Harganya terjangkau mulai dari Rp.12.500.  Aku memesan es kopi dengan eskrim coklat diatasnya.



Setelah selesai menikmati sunset, aku berjalan kembali ke rumah.  Di perjalanan ke rumah, aku melihat ada pedagang kaki lima yang mulai membuka lapaknya.  Kata nenekku, salah satu makanan kaki lima khas Singaraja adalah angsle.  Angsle sendiri adalah makanan yang terdiri dari roti tawar yang dipotong persegi, bubur sumsum, bubur pacar, ketan putih yang kemudian disiram dengan kuah santan.  Harga seporsinya hanya 5000 dan makan angsle sore-sore rasanya enak sekali, walaupun tidak hangat seperti wedang ronde.  

Angsle





Bersambung...

No comments:

Post a Comment